Hai, kenalin nama aku Agni Tri Nubuwati. Sekarang, aku kelas X di SMA Idola. Aku ini orangnya baik, sedikit tomboy, sedikit pintar, hehe. Hmm..kehidupanku sangat bahagia. Aku mempunyai seorang pacar, yaiyalah seorang wong cuma satu, hehe. Namanya Cakka Kawekas Nuraga. Ia satu kelas denganku. Cakka itu orangnya baik, ramah, perhatian, pintar banget, cool, pokoknya perfect dech. Tapi kok bisa yaw kami pacaran ? Padahal sifat aku sama dia itu beda banget. Namanya juga jodoh,, hehe. Oy, aku sama Cakka udach pacaran 1 tahun. Tapi, selama kita pacaran kita cuma belajar bersama, jalan-jalan, dinner dan yang lainnya. Dia tidak pernah melakukan hal-hal sperti memeluk atau menciumku bahkan memegang tanganku aja dia gak pernah. Bukannya aku terlalu ingin dipeluk atau dicium olehnya, hanya saja aku iri melihat sahabat-sahabatku nyeritain kemesraan mereka bersama pacarnya, aku kan juga ingin merasakannya. Hehe... Ngomong-ngomong sahabat, aku punya 2 sahabat yang baik yaitu Alyssa Saufika Umari atau Ify dan Sivia Azizah atau Via. Mereka juga udach punya pacar. Kalau Ify sama Rio dan Sivia sama Iel. Rio dan Iel itu sahabatnya Cakka. Kami semua satu kelas.. hehe..
n_n
”Hay semua” sapaku saat aku memasuki kelas. Jam telah menunujukkan pukul 06.45. 30 menit lagi bel masuk. Aku berjalan ke bangkuku. Di belakangku sudah ada segerombolan anak yang sedang mendengarkan cerita dari seseorang (?) . Aku menengok dan kudapati ternyata Via lagi cerita tentang pengalamannya.
”Kemarin itu, aku diajak sama Iel ke sebuah restoran. Kita berdua dinner, romantis banget suasananya. Nah, selesai kita dinner Iel ngajak aku ke sebuah danau di taman. Lagi-lagi aku kaget karna suasananya romantis banget. Ada lilin yang mengapung di danau terus banyak lampu-lampu tergantung di pohon-pohon. Kita berdua duduk di sebuah bangku di pinggir danau. Iel memegang tanganku. Mungkin karna terbawa suasana yang sangat romantis, Iel mendekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku sudah memerah dan aku memejamkan mataku dan akhirnya,, huuuaaaaa... First Kisskuuuu...” teriak Via mengakhiri ceritanya.
”Wah romantis banget” ucap salah satu anak.
”Iy, Vi. So sweet banget. Ternyata Iel romantis juga yach” ucap Ify.
”Aku juga pengen” ucap anak yang lain.
Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelas. Pandanganku berhenti saat kudapati 3 orang cowok yang ternyata mereka juga mendengarkan cerita tadi. Yang satunya sedang tersenyum kearahku, senyum yang membuatku luluh, yang satunya lagi wajahnya memerah dan senyum-senyum gax jelas dan cowok terakhir hanya menunduk. Aku gak taw ngapain dia nunduk. Mungkin sebentar lagi, aku akan tau penyebabnya.
”Sekarang giliranku” ucap Ify.
”Hah ? Kamu mau cerita tentang apa ?” tanyaku pada Ify. Jangan bilang dia juga mau nyeritain tentang First Kissnya juga. Huuuuaaaa.. tidaaakkkk !!!
”Hmm,, sama sperti Via” jawab Ify. Wajahnya mulai memerah.
”Cepet ceritain” ucap Via.
”Iy, iy, kami mau dengar” ucap salah satu anak.
”Jadi gini, waktu itu aku pulang bareng sama Rio. Tapi kita gak langsung pulang. Kita jalan-jalan dulu ke Mall terus makan siang. Setelah makan siang, kita ke Time Zone buat sekedar main-main. Hari itu sangat menyenangkan. Tak terasa sekarang sudah pukul 6 sore. Rio mengantarku pulang. Sesampainya di depan rumahku, aku pamit dulu pada Rio. Saat aku ingin membuka pintu mobil, Rio memegang tanganku. Aku terdiam, Rio mendekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahku panas dan aku memejamkan mata lalu... aku mendapatkan First Kisskuuuuu..... Hahay...” ucap Ify sambil tersenyum.
Aku melihat kembali sosok yang tadi menunduk, ternyata penyebabnya adalah dia yang bakal malu sekarang. Hahaha. Tapi aku bisa melihat dia tersenyum senang.
”Wahhh,, Ify... aku juga maw” ucap salah satu anak.
”Iy Fy, gue gak nyangka Rio yang kayak gitu bisa melakukan hal seperti itu” ucap Via.
Iya juga sich,, Rio itu orangnya baik banget and gak suka nyakitin perasaan cewek. Perasaan Rio kalem banget dech darimana dia dapat ide kayak gitu. Jangan-jangan Iel biang keroknya tapi First Kiss Rio kan lebih dulu daripada Iel ?? Ahh,, gak taw-lah. Aku maw balik ke bangkuku. Aku gak maw ditanya kapan aku dapat First Kiss. Maw jawab apa coba ?? Aku berbalik tapi langkahku terhenti karna seseorang memanggilku.
”Agni..” panggil Via.
”Ahhh... aaa...da apa ?” ucapku sambil berbalik ke arah mereka lagi. Perasaanku gak enak.
”Sekarang giliran kamu, ceritain First Kiss kamu” ucap Via.
”Iy, Ag... Gimana Cakka melakukannya ?” tanya Ify.
”Apa dengan cara romantis ?” tanya salah satu anak.
”Atau cara yang unik ?” ucap anak yang lain.
“Ahhh.. iii..tu..” aku gak taw maw bilang apa. Aku gugup sekali. Aku melihat 3 orang cowo tadi. Senyum yang tadi dapat meluluhkanku, kini telah memudar. Wajahnya memerah.
”Jangan-jangan kamu belum dapat First Kiss yach ?” tanya seorang anak tapi cukup mengena di hatiku.
”Kamu belum dapat First Kiss Ag ?” tanya anak yang lain.
”Beneran Ag ?” tanya Via.
”Ag, jawab dounkz” ucap Ify.
Pikiranku masih berkecamuk tentang pertanyaan-pertanyaan mereka. Aku bingung maw jawab apa. Aku ingin loncat sekarang dari Menara Eiffel. Tuhan.. tolong aku..
”Teeet Teeeet Teeeet” akhirnya bel berbunyi. Semua anak kembali ke bangkunya masing-masing. Aku juga kembali ke bangkuku namun aku ditahan oleh Via dan Ify.
”Ntar pas istirahat, kamu harus cerita ke kita” ucap Via.
”Iya iya” ucapku malas.
n_n
Bel istirahat sudah berbunyi, aku langsung ditarik oleh Via dan Ify ke kantin. Kita duduk di salah satu meja yang kosong. Sepertinya aku maw diinterogasi oleh sahabat-sahabatku.
”Ag,, cepet ceritain sekarang” ucap Via.
”Iy, aku belum dapat First kiss” ucapku sambil menghela napas.
”Hah ? Kok bisa ?” tanya Ify dan Via berbarengan.
”Gimana maw dapat First Kiss, pegangan tangan aja belum pernah” ucapku santai.
”APAA ?” teriak mereka. Semua mata tertuju pada kami. Memalukan.
”Gak usah teriak-teriak yach” ucapku.
”Beneran ? Udach setahun pacaran belum pernah pegangan tangan ?” tanya Ify.
”Iy,, Ify-ku sayang” ucapku.
”Kok bisa sich ?” tanya Via.
”Mana aku tahu” ucapku.
Mereka hanya diam. Aku menyuruh Via untuk memesankan makanan untuk kami bertiga. Beberapa menit kemudian,, pesananpun datang. Kami melahapnya.
n_n
Sementara itu di kelas, 3 cowok sedang berbicara serius.
”Tadi itu apa maksudnya ? Kok Agni gak jawab ?” tanya Iel.
”Bukannya gak jawab, tapi kan udach bel” ucap Cakka.
”Beuh,, boong loe” ucap rio.
“Beneran kok” ucap Cakka dengan gugup.
”Kalau begitu, sekarang loe ceritain ke kita. Tentang first kiss loe” ucap Iel.
“Hah ?” tanya Cakka.
“Kenapa terkejut ? Loe belum pernah kan ?” tanya Rio.
”Hmm.. iya iya gue ngaku. Gue belum pernah ngelakuin itu” ucap Cakka.
”Astaga, kok bisa sich ?” tanya Iel.
”Yaiyalah, megang tangannya aja gue gak berani” ucap Cakka enteng.
”Astaga Cakk,, loe pacaran udach berapa lama sich. Masa gak pernah ngapa-ngapain ?” ucap Rio.
“Yaelah, loe tau sendiri kan.. Gue itu takut banget kalau Agni marah. Gue sayang banget ma dia. jadi gue gak mau nyakitin dia” ucap Cakka.
“Iy, gue tau tapi kan dia juga pengen ngerasa punya pacar. Kalau first kiss yach gue maklumin, nah ini pegangan tangan bro” ucap Iel.
“Gue setuju sama Iel” kata Rio.
”Iy, iy.. gue coba” ucap Cakka.
“Ke kantin yuk” ajak Iel.
”Ok dech” jawab Cakka dan Rio.
n_n
Sesampainya di kantin, Iel mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin. Pandangannya berhenti pada sesosok gadis manis yang sedang melahap makanannya.
”Bro, kita ke sana aja yach ?” ajak Iel dan langsung menarik tangan Cakka dan Rio.
”Hay Via” ucap Iel dengan manis sesampainnya di meja tersebut.
Aku menoleh sebentar untuk melihat siapa yang memanggil Via. Saat aku menoleh, terlihat 3 cowok yang sangat aku kenali.
”Uhuk uhuk” aku tersedak. Seseorang menyodorkan minuman ke arahku.
”Makanya kalau makan, hati-hati sayang” ucap orang itu.
Buset, nieyh orang nyadar gak sich ? Aku terkejut kan karna dia juga. Tiba-tiba dia nongol di sini. Kayak tadi pagi gak terjadi apa-apa saja.
”Yee,, ini kan gara-gara kamu juga. Seenaknya aja nongol, aku kan kaget. Pakai sayang-sayang lagi” ucapku.
”Yach kok aku sich sayang ? Lagian kan aku pacar kamu” ucap orang itu yang ternyata Cakka.
”Udach gak usah ribut,, silahkan duduk” ucap Via.
”Oy, hari minggu kita jalan-jalan yuks” ucap Ify.
”Boleh tuch,, kita Triple Date aja” ucap Rio.
”Ok dech” ucap Iel dan Via.
”Kemana ?” tanyaku.
”Hmm.. ke Mall aja, setelah itu kita nonton” ucap Via.
”Terserahlah,, ya kan sayang ?” ucap Cakka.
Aku heran, dia manggil aku sayang-sayang kayak gini kok berani banget. Padahal megang tangan aja gak pernah. Huuh >.<
>>>>Skip<<<
Hari Minggu
Hooaaahemm... Aku terbangun dari mimpiku. aku membuka jendela kamarku.
”Pagi yang indah” gumamku.
Hari ini hari yang kutunggu-tunggu. Aku dan sahabat-sahabatku mempunyai rencana untuk pergi bersama pacar masing-masing. Entah apa yang akan terjadi hari ini. Kami janjian pukul 10 pagi. Sekarang baru jam 6. Masih ada 4 jam lagi. Aku merapikan tempat tidurku lalu memilih pakaian yang akan aku gunakan. setelah lama memilih, akhirnya aku menemukan pakaian yang cocok untukku. Aku masuk ke kamar mandi selama 30 menit. Pukul 09.30, aku keluar dari kamarku menuju meja makan. Aku taruh hpku di meja dan aku melahap roti bakar coklat dan susu coklat yang sudah ada di meja.
Drrt drrt drrt.. Terdengar getar hpku, aku mengambilnya dan terlihat ”1 new message” di layar hpku. Aku segera membukanya.
>>>>>>><<<<<<<
From : ’Cakka’-ku
Aku sudah di depan rumahmu sayang
>>>>>>><<<<<<<
Akupun membalasnya.
>>>>>>><<<<<<<
To : ’Cakka’-ku
Iy sayang, aku keluar sekarang J
>>>>>>><<<<<<<
Aku memasukkan hpku ke dalam tas dan menghabiskan susuku. Lalu membuka pintu rumahku. Di sana sudah ada orang yang sedang bertengger di motor ninja hijaunya. Tangannya dimasukkan ke saku celananya. Sangat tampan. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku membalas senyum dan lambaian tangannya. Aku berjalan mendekati motornya.
”Pagi cantik” ucap Cakka.
”Beuh,, pagi-pagi udach gombal. Pagi juga” ucapku.
”Gak papa kan ? Ayo naik” ucap Cakka.
Aku naik ke atas motornya namun Cakka belum juga menjalankan motornya.
”Kok gak jalan ? Ntar kita telat lho” ucapku.
”Kamu gak pegangan ? Nanti jatuh lho” ucap Cakka. Aku kaget.
”Kita aja gak pernah pegangan tangan, kenapa sekarang kamu nyuruh aku pegangan ?” tanyaku.
”Yaelah, itu kan karna aku takut kamu marah Ag” jawab Cakka.
”Mau gak nieyh ? Ntar nyesel lho” ucap Cakka lagi.
”Iya iya, bawel akh” ucapku sambil memeluk pinggangnya. Aku gak pernah ngerasain kehangatan ini. Kehangatan tubuh Cakka yang mengalir ke tubuhku. Baru pertama kali kurasakan. Kenapa dia jadi berubah gini ? Aku bingung. Apa gara-gara kejadian waktu itu ? Yang penting aku senang.
n_n
15 menit kemudian, aku sudah sampai di depan sebuah Mall. Aku berjalan berdampingan dengan Cakka. Cakka menggenggam tanganku. Kurasakan kehangatan di setiap jari tangannya. Aku tersenyum senang. Di pintu depan terlihat 4 orang yang sudah menunggu kami. 2 diantatanya melambaikan tangan dan tersenyum. Kami menghampiri mereka.
”Cie-cie,, ada kemajuan nieyh” ucap Via.
”Iy nieyh” ucap Ify. Aku dan Cakka hanya tersenyum menanggapinya.
Kami berenam mengelilingi Mall ini hanya untuk sekedar melihat-lihat. Kami berjalan sekitar 2 jam. Sekarang sudah pukul 12.30 siang. Kami berhenti di sebuah Food Court. Kami memesan makanan dan melahapnya di sana. Setelah itu, kami berjalan ke bioskop yang ada di belakang Mall itu. Sesampainya di sana, kami melihat-lihat film. Hanya ada 2 film yaitu ”Eclipse” dan ”Toy Story 3”.
”Kita nonton Eclipse aja yuks ? Udah lama gak liat Robert Pattinson” ucapku.
”Boleh juga, aku udach lama gak liat Taylor Lautner” ucap Via.
”Aku juga pengen liat mereka,, beuh.. gantengnya..” ucap Ify.
Aku dan Via mengangguk setuju.
”Ehem ehem,, ada kami lho di sini” ucap Iel.
”Iya, emang apa bagusnya sich mereka ? Cakepan juga kita” ucap Rio.
”Yeee,,, ngarep banget sich loe. Kerenan juga mereka” ucapku.
Iel dan Rio manyun sedangkan Cakka hanya tersenyum.
”Udach,, jadi nonton gak nieyh ?” tanya Cakka.
”Jadi jadi” ucapku antusias. Cakkapun membeli 6 tiket untuk kami. Kami masuk ke dalam dan duduk dengan posisi Iel-Via, Rio-Ify, Aku-Cakka. Sepanjang pemutaran film, aku dan Cakka berpegangan tangan. Setiap ada adegan-adegan yang menegangkan, aku memperkuat genggamanku pada Cakka. Kalau ada adegan-adegan romantis, kami hanya saling berpandangan dengan wajah yang memerah.
”Wow, aku pengen seperti itu” celetukku tak sengaja saat melihat adegan Edward-Bella kissing. Untung suaraku kecil, tapi didengar oleh Cakka dan sahabat-sahabatku. Mampus,, mereka semua menoleh ke arahku. Iel-Via dan Rio-Ify cengo melihatku namun sesaat kemudian mereka tersenyum padaku. Sedangkan Cakka,, dya hanya melihatku sebentar lalu menunduk menahan malu. Aku bisa melihat wajahnya yang memerah dan genggamannya semakin kuat. Aku malu banget. Setelah film itu selesai, kami berjalan menuju pintu keluar. Cakka masih setia memegang tanganku.
”Eh,, kita balik duluan yach” ucap Via sambil tersenyum.
”Yach, kok gitu ? Kan masih jam 4” ucapku.
”Kita ada acara nieyh berdua.. Hehe” ucap Iel cengengesan.
“Yaw, tau dech yang gak maw diganggu. Udach sana” ucapku.
Sebelum pergi, Via berbisik padaku ”Sukses yach Ag”. Aku bingung maksudnya apaan coba ? Aku cuma bengong. Lalu Via dan Iel melambaikan tangannya.
”Ehem,, Ag..” panggil Ify.
”Kenapa ? Kamu maw pergi juga ?” tanyaku.
”Hehe,, iy. Kamu taw aja” jawab Ify.
”Ya udach sana pergi” ucapku.
“Gak usah ngusir, Ag. Oy, sukses yaw Cakka” ucap Rio. Aku bengong sedangkan Cakka hanya diam dan tersenyum kearah Rio (?). Maksudnya apa yach ? Rio dan Ify pun meniggalkan kami.
“Ag,, kita maw pulang atau jalan-jalan dulu ?” tanya Cakka.
“Hmm… jalan-jalan aja dech. Aku malas di rumah” jawabku.
”Ok dech tapi ke tempat lain yach ?” tanya Cakka.
”Kemana ?” tanyaku.
”Ada dech” jawab Cakka. Aku malah penasaran. Aku dan Cakka berjalan menuju tempat parkir. Aku sudah naik ke atas motor.
n_n
Kira-kira 10 menit, Cakka menghentikan motornya di sebuah pantai. Pantai yang indah. Padahal hari ini hari Minggu tapi kenapa di sini sepi yach ? Apa mungkin gak banyak orang yang taw tempat ini ? Setelah turun dari motor, aku langsung berlari menuju ombak. Sungguh indah sore itu.
”Agni sayang, kamu suka ?” tanya Cakka.
”Suka,, suka banget. Kok kamu bisa taw tempat ini ?” tanyaku.
”Iy, dulu temenku yang memberi tahu tempat ini. Hmm.. kita tunggu sampai matahari terbenam yach ?” tanya Cakka.
”Iya iya,, aku maw” ucapku.
Sambil menunggu matahari terbenam, aku dan Cakka bermain di pinggir pantai. Sungguh menyenangkan. Setelah beberapa lama main air, aku lelah dan duduk di pasir. Cakka juga mengikutiku duduk. Dia duduk di sebelahku. Sebentar lagi matahari akan kembali ke asalnya. Aku hanya melihatnya dengan tersenyum. Bukannya Cakka melihat matahari tapi dia malah memperhatikanku. Aku yang merasa diperhatikan, menoleh ke arahnya. Tatapan kami saling bertemu. Cakka mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku bingung, apa aku akan mendapatkan first kiss-ku hari ini ? Aku hanya memejamkan mataku. Aku memikirkan apa yang akan Cakka padaku. Aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirku, terasa hangat dan basah. Aku juga bisa merasakan nafas Cakka. Untuk beberapa detik kami tetap dalam posisi itu. Beberapa saat kemudian Cakka menarik wajahnya dan tertunduk. Aku membuka mataku dan melihatnya tertunduk.
”Maaf” ucap Cakka pelan.
”Kenapa minta maaf ?” tanyaku.
”Aku udach lancang melakukannya, kamu gak marah ?” tanya Cakka.
”Gak kok Cakka, aku gak marah. Tapi darimana kamu dapat keberanian ? ” tanyaku.
”Waktu kitan nonton kan kamu bilang pengen ? Hehe” Cakka mengangkat wajahnya.
”Jangan ingatkan aku pada hal yang memalukan itu” ucapku.
”Iya, iya... Kamu seneng gak ?” tanya Cakka.
“Apaan sich ?“ ucapku. Wajahku mulai merah dan terasa panas banget.
“Malu yach ?“ tanya Cakka.
“Emank kamu gak ?“ tanyaku.
“Engga“ jawab Cakka dengan santai.
“Bener nieyh ?“ tanyaku.
Aku mendekatkan wajahku pada wajah Cakka. Dia memejamkan matanya. Aku menahan tawaku melihat wajahnya. Merah banget. Aku menarik kembali wajahku.
”Kamu ngapain Ka ?” tanyaku.
Cakka membuka matanya. Merah banget wajahnya. Dia malah manyun.
”Iiih Agni jahat” ucap Cakka.
”Lagian kamu kira aku ngapain ? Katanya gak malu” tanyaku.
”Aku kira,, mmm.. itu. Aku emank gak malu kok” ucap Cakka.
”Yaelah, gak malu kok mukanya merah banget ? Hayoo” tanyaku.
”Aaah udah” ucap Cakka sambil manyun.
Aku kasian juga sich liatnya. Aku mendekat ke arahnya. ”Cup” Aku mencium pipinya, biar gak manyun lagi tuch. Hehe.. Cakka kaget lalu tersenyum kearahku dan kami tertawa bersama. Hahahahaha :D
_TAMAT_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar