Semua butuh perjuangan

Minggu, 03 Oktober 2010

Hanya Kamu Part 2


 Bel pulang pun berbunyi. Semua murid berkumpul di lapangan. Entah siapa yang menyebarkan kalau akan ada yang bertanding sekarang. Agni yang baru datang tiba-tiba kaget dengan jumlah orang sebanyak itu. Agni menghampiri Oik.
”Ik, ada apa ini ? Kenapa semua berkumpul di sini ?”tanya Agni yang bingung.
”Kan hari ini ada yang menantangmu main basket jadi semua heboh dan ingin menontonmu secara kamu kan yang paling jago main basket” jelas Oik.
”Oh gitu, jadi mana yang nantang aku ?” tanya Agni.
”Aku” ucap seseorang dari kejauhan.
”Siapa kamu berani menantangku ?” tanya Agni dengan tegas.
”Orang yang selama ini menjadi sahabatmu” jawab orang tersebut.
”Cak Cakk Cakka ?  Ada apa ini ?” tanya Agni.
”Aku ingin menantangmu main basket” jawab Cakka.
”Oke, apa taruhannya ?” tanya Agni.
”Yang kalah harus mengatakan dengan jujur apa yang dirasakannya. Bagaimana ??” tanya Cakka.
Agni terdiam, bagaimana ini ? Aku bingung harus menjawab apa. Kenapa lawanku Cakka sich.
”Bagaimana ? Kenapa diam begitu ? Apa kamu takut ?” tanya Cakka.
”Mana mungkin aku takut padamu ? Dari dulu kamu kan slalu kalah kalo tanding basket sama aku ? Baiklah, kita mulai sekarang” tegas Agni.
”Baik” ucap Cakka.
”Aku yang menjadi wasit, yang bisa memasukkan 3 tembakan lebih dulu dyalah pemenangnya” kata Debo.  
”Oke” jawab Cakka dan Agni bersamaan.
”Siap, pppppprrrrrrrrriiiiiiiiiittttttttt” seru Debo.


Setelah beberapa menit, mereka sama-sama memasukkan 2 tembakan sehingga poin menjadi 2-2. Merekapun tambah bersemangat. Agni merebut bola dari Cakka dan langsung memasukkan tembakan terakhir. Poin berubah menjadi 3-2 untuk Agni.

”Pemenangnya adalah Agni” teriak Debo.
Semua murid yang ada di sana bertepuk tangan atas kemenangan Agni. Cakka masih duduk diam di lapangan karena kelelahan.
”Bagaimana ? Kamu kalah kan ?” tanya Agni.
”Iy, ternyata aku belum bisa mengalahkanmu” jawab Cakka.
”Lalu ? Apa yang kau rasakan ? Ayo katakan dengan jujur” kata Agni.

”Aku merasakan ada seseorang yang sangat berarti bagiku tapi aku malah menyakitinya. Tanpa sadar aku telah menyakiti hatinya” jelas Cakka.
Agni terdiam. Cakka berdiri dan menggenggam tangan Agni. Muka mereka berdua menjadi merah.
”Ag, sebenernya aku suka sama kamu tapi aku tak menyadarinya. Aku malah berpikir kalo aku menyukai Oik padahal perasaanku pada Oik hanya kekaguman belaka. Hari ini di hadapan semua orang aku ingin menanyakan padamu, apakah kamu maw jadi pacarku ?” tanya Cakka.

Agni bingung dan tidak tahu harus berkata apa. Apakah ini beneran ato cuma mimpi. Sementara semua murid saling berteriak mengatakan terima.
”Ayo, Ag terima aja” seru Alvin.
”Iy, Ag. Jarang-jarang kan bisa punya pacar kayak Cakka ? hehe” kata Ray.
”Terima Agni, nanti kamu nyesel lho kalo nggak maw nerima Cakka” ucap Oik.
”Terima..terima..terima” ucap semua murid serempak.
“Eh, baiklah” jawab Agni dengan gugup.
”Benarkah ?” tanya Cakka.
”Iy” jawab Agni.

Cakkapun langsung loncat kegirangan. Wajah Agni mulai memerah. Semua murid tepuk tangan menyambut pasangan baru ini. Setelah beberapa lama, semua murid pulang ke rumah kecuali Cakka, Agni, Oik, Gabriel, Debo, Alvin dan Ray.
”Selamat yaw Agni” ucap Oik.
”Makasih” balas Agni.
”Oya, bukannya kamu udach jadian ama Cakka ?” tanya Agni.
”Gax-lah” jawab Oik.
”Tapi kalian akrab sekali jadi kukira....” kata Agni.
”Makanya waktu itu dengarkan aku sampai selesai bicara dulu” jelas Cakka.
”Habis, kelihatannya kamu seneng bgtz sich. Senyum2 gax jelas gitu“ ucap Agni.
”Iy, maaf dech udach buat kamu salah paham” ujar Cakka.

”Aku ingin taw gimana sich percakapan kalian waktu itu. Kasik taw aku yaw ?” pinta Agni.
”Iy, saat perjalanan pulang akan kuceritakan semuanya” jawab Cakka.
”Baiklah” ucap Agni.
” Sampai jumpa semuanya” ucap Cakka dan Agni kepada Oik, Gabriel, Debo, Alvin dan Ray.
Agni bingung melihat Oik pulang bersama Gabriel tapi ia tax ingin menanyakannya.

-Perjalanan pulang-
”Gimana ceritanya Cak ?” tanya Agni.
”Jangan  panggil Cak dounkz, panggil jax say” pinta Cakka.
“ Oke dech, Cak. Eh maksudku say” ucap Agni dengan malu.
“Begini…..”  jelas Cakka.

  *Percakapan Cakka dan Oik di taman*
“Hay Oik” sapa Cakka.
“Hay Cakka, jdi kamu yang maw bicara sama aku. Ada apa ? tanya Oik.
”Begini, sebenernya saat pertama kali aku melihat kamu aku jadi suka sama kamu. kamu maw gax jadi pacarku ??” tanya Cakka.
”Suka sama aku ??” ujar Oik.
”Iy” jawab Cakka.
”Sebenernya aku sudah punya pacar dan baru jadian kemaren” jelas Oik.
”Siapa ?” tanya Cakka penasaran.
”Gabriel. kemaren waktu pulang sekolah, dya nembak aku dan aku juga suka sama dya” jawab Oik.
Cakka terdiam.
”Maaf yaw, tapi sepertinya ada orang yang menyukai kamu dari dulu” kata Oik.
”Hah ? Siapa ?” tanya Cakka dengan terkejut.
”Sahabatmu, Agni” jawab Oik.
”Ah, gax mungkin” ucap Cakka.
”Beneran koux, kelihatan bgtz dari cara dya mandang kamu” jelas Oik.
”Ah masa sich ?” tanya Cakka meyakinkan.
”Iy. Kamu coba kenang kembali masa-masa saat kalian bersama dan ingat bagaimana cara dya mandang kamu” jelas Oik.
”Oy, aku pulang dulu yaw” ucap Oik
”Iy” ujar Cakka.
Cakkapun mengingat kembali masa-masa saat ia dan Agni bersama dan mulai menyadari perasaannya yang sebenarnya. Lalu ia menuju ke pintu gerbang.

”Benarkah seperti itu ?” tanya Agni.
”Iy” jawab Cakka.
”Pantesan tadi aku ngeliat Gabriel pulang bareng Oik” ucap Agni.
”Baiklah, ayo kita menciptakan kenangan masa-masa SMP” teriak Cakka.
”Kenangan indah apa ?” tanya Agni dengan polos.
”Yaw, kenangan kita berdua saat belajar bersama, bermain basket bersama, ke kantin bersama selama kita SMP. Kamu pikir apa ?” Cakka balik bertanya.
”Ah tidak” jawab Agni dengan malu.
Wajah Agni dan Cakka memerah.Di pikiran mereka hanya terlintas kemesraan mereka lah yang menjadi kenangan indah. Mulai sekarang mereka akan menciptakan kenangan-kenangan indah.

Dan hanya kamu yang aku inginkan di dunia ini. Hanya kamu seorang, Cakka. Walaupun sebenarnya aku gax pantas menjadi pacar seorang yang dikagumi banyak orang. Tapi dalam benakku yang terlintas hanyalah kata ingin bersamamu dan selalu membahagiakan dirimu selamanya. Terima kasih telah menerimaku apa adanya. Mulai hari ini dimulailah kehidupan cintaku bersama seseorang yang aku inginkan sejak dulu. Terima kasih Tuhan.


Sankyu dach baca...
Sorry yaw kalo jelex...
Hehe :)

I luph Cakka 4-ever…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar